Sesampainya di TK Yayasan Pelayanan Fajar Pengharapan II Pancur Batu kami tim dari Sei Petani disambut dengan teriakan anak-anak TK. Sepertinya mereka sudah mengenal kami. Yosepine guru TK sedang mengajak anak-anak senam pagi. Terdengar suara lagu dari tape mengalun kencang. Bising, tapi anak-anak tertawa mengikuti gerakan Miss Yosepine. Sebagian dari mereka keluar dari kelompok untuk melihat tamu yang datang. Ada yang langsung mengejar kami, ada yang cuma melihat-lihat, ada yang terus mengikuti gerakan sang guru.Kedatangan kami ke TK ini untuk mengadakan perlombaan adu bakat. Berbekal pemberian dari ibu-ibu Friends International Medan, berupa tas dan celana anak-anak yang akan diberikan kepada pemenang lomba acara diadakan dengan sangat sederhana.
Ada 3 perlombaan yang diadakan, lomba memasak telur dadar, lomba membawa bola, lomba menari, dan lomba mewarnai. Acara dimulai dengan lomba memasak, ada banyak anak yang mengikuti lomba ini. Erbina seorang tampil sebagai kontestan pertama, tampak dia masih canggung untuk memegang sendok dan memcahkan telur. Miss Dafni dan Miss Eta harus mengajarinya memasak. Berbeda dengan Kenny, seorang anak laki-laki, dia tampak sangat mahir memecahkan telur dan membolak-balikkan telur dadarnya. "Miss aku suka masak-masak, " katanya. Sementara lomba masak sedang berlangsung, di sebelah sedang sudah dimulai lomba membawa bola kedalam keranjang. Anak-anak harus membawa bola sebanyak-banyaknya dari keranjang yang ada di ujung ke dalam keranjang mereka masing-masing. "Satu...Dua... Tiga.., " teriak Miss Manta. Anak-anak berlari kencang menuju keranjang yang ada di ujung, berusaha mengambil sebanyak-banyaknya bola dan memasukkan kekeranjang mereka. Ada bola yang jatuh dan harus diulang lagi. "Pritttttttt...... waktunya habis" kata Bang Patar. Semua bola di masaing-masing keranjang dihitung. Ternyata bola di keranjang Grace yang paling banyak.
Selesai lomba memasukkan bola ke dalam keranjang dan lomba memasak, acara diteruskan dengan lomba menari. Lagunya lagu dangdut, judulnya SMS, tapi yang nyanyi bukn trio macan tapi penyanyi cilik, dan liriknya juga lirik anak-anak. Ardan tampak bersemangat mengoyang-goyangkan bandannya sementara Erbina masih malu-malu walaupun sesekali dia mengerakna tangan dan kakinya. Lomba terakhir yang paling banyak ditunggu-tunggu anak-anak, lomba mewarnai. Setiap anak-anak mendapatkan kertas yang ada gambarnya tapi belum diwarnai dan krayon warna. Ada yang mendapatkan gambar rumah dan halamannya, ada yang dapat gambar babi, ada yang dapat gambar kambing, ada juga yang dapat gambar ayam. Masing-amasing anak mulai menggambar sesuai keinginan mereka. Ada rumah yang berwarna merah jambu, ada tanduk yang berwarna biru, ada babi yang berwarna kuning, semuanya lucu-lucu. Tapi ada juga yang mewarnainya dengan bagus dan akhirnya jadi pemenang. Adik kita, Nensa yang dari awal tampak hanya diam karena kakinya sakit dant idak bisa mengikuti lomba menari dan membawa bola akhirnya menunjukkan bakatnya. Dia mewarnai rumah dan halaman rumah dengan sangat indah. Sebagai hadiahnya Nensa mendapatkan hadiah berupa tas baru berwarna merah jambu dan ada gambar Barbienya. Dia tampak tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa dapat tas baru. Semua anak-anak sudah menampilkan karya terbaik mereka. Sebelum pulang mereka mendapatkan hadiah permen.
Acara ini mungkin sederhana. Hadiah yang diberikan bukan hadiah yang mahal. Tapi senyum yang mereka berikan saat mengikuti acara dan menerima hadiah jauh lebih bernilai dari yang mampu kita berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar