Senin, 28 Januari 2008

Happy Friday Talent Show

Sesampainya di TK Yayasan Pelayanan Fajar Pengharapan II Pancur Batu kami tim dari Sei Petani disambut dengan teriakan anak-anak TK. Sepertinya mereka sudah mengenal kami. Yosepine guru TK sedang mengajak anak-anak senam pagi. Terdengar suara lagu dari tape mengalun kencang. Bising, tapi anak-anak tertawa mengikuti gerakan Miss Yosepine. Sebagian dari mereka keluar dari kelompok untuk melihat tamu yang datang. Ada yang langsung mengejar kami, ada yang cuma melihat-lihat, ada yang terus mengikuti gerakan sang guru.
Kedatangan kami ke TK ini untuk mengadakan perlombaan adu bakat. Berbekal pemberian dari ibu-ibu Friends International Medan, berupa tas dan celana anak-anak yang akan diberikan kepada pemenang lomba acara diadakan dengan sangat sederhana.
Ada 3 perlombaan yang diadakan, lomba memasak telur dadar, lomba membawa bola, lomba menari, dan lomba mewarnai. Acara dimulai dengan lomba memasak, ada banyak anak yang mengikuti lomba ini. Erbina seorang tampil sebagai kontestan pertama, tampak dia masih canggung untuk memegang sendok dan memcahkan telur. Miss Dafni dan Miss Eta harus mengajarinya memasak. Berbeda dengan Kenny, seorang anak laki-laki, dia tampak sangat mahir memecahkan telur dan membolak-balikkan telur dadarnya. "Miss aku suka masak-masak, " katanya. Sementara lomba masak sedang berlangsung, di sebelah sedang sudah dimulai lomba membawa bola kedalam keranjang. Anak-anak harus membawa bola sebanyak-banyaknya dari keranjang yang ada di ujung ke dalam keranjang mereka masing-masing. "Satu...Dua... Tiga.., " teriak Miss Manta. Anak-anak berlari kencang menuju keranjang yang ada di ujung, berusaha mengambil sebanyak-banyaknya bola dan memasukkan kekeranjang mereka. Ada bola yang jatuh dan harus diulang lagi. "Pritttttttt...... waktunya habis" kata Bang Patar. Semua bola di masaing-masing keranjang dihitung. Ternyata bola di keranjang Grace yang paling banyak.
Selesai lomba memasukkan bola ke dalam keranjang dan lomba memasak, acara diteruskan dengan lomba menari. Lagunya lagu dangdut, judulnya SMS, tapi yang nyanyi bukn trio macan tapi penyanyi cilik, dan liriknya juga lirik anak-anak. Ardan tampak bersemangat mengoyang-goyangkan bandannya sementara Erbina masih malu-malu walaupun sesekali dia mengerakna tangan dan kakinya. Lomba terakhir yang paling banyak ditunggu-tunggu anak-anak, lomba mewarnai. Setiap anak-anak mendapatkan kertas yang ada gambarnya tapi belum diwarnai dan krayon warna. Ada yang mendapatkan gambar rumah dan halamannya, ada yang dapat gambar babi, ada yang dapat gambar kambing, ada juga yang dapat gambar ayam. Masing-amasing anak mulai menggambar sesuai keinginan mereka. Ada rumah yang berwarna merah jambu, ada tanduk yang berwarna biru, ada babi yang berwarna kuning, semuanya lucu-lucu. Tapi ada juga yang mewarnainya dengan bagus dan akhirnya jadi pemenang. Adik kita, Nensa yang dari awal tampak hanya diam karena kakinya sakit dant idak bisa mengikuti lomba menari dan membawa bola akhirnya menunjukkan bakatnya. Dia mewarnai rumah dan halaman rumah dengan sangat indah. Sebagai hadiahnya Nensa mendapatkan hadiah berupa tas baru berwarna merah jambu dan ada gambar Barbienya. Dia tampak tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa dapat tas baru. Semua anak-anak sudah menampilkan karya terbaik mereka. Sebelum pulang mereka mendapatkan hadiah permen.
Acara ini mungkin sederhana. Hadiah yang diberikan bukan hadiah yang mahal. Tapi senyum yang mereka berikan saat mengikuti acara dan menerima hadiah jauh lebih bernilai dari yang mampu kita berikan.

Rabu, 23 Januari 2008

Perayaan Natal "Anak-anak Menjadi Agen Perubahan"


Bekerjasama dengan beberapa lembaga dan donatur YPFP mengadakan perayaan Natal bersama dengan 2000 anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak-anak pemulung, anak-anak jalanan sekotamadya Medan. Acara yang diadakan tanggal 27 Desember 2007 di Wisma Sibayak Medan tersebut berlangsung meriah. Semula acara akan diadakan pukul 1.00 WIB, tetapi karena banyaknya jumlah anak yang hadir membuat acara tertunda setengah jam. Dari 2000 jumlah anak yang terdaftar, yang hadir ternyata melebihi perkiraan. Selain anak-anak binaan YPFP hadir juga anak-anak dari beberapa lembaga yang tergabung di JPAB (Jaringan Peduli Anak Bangsa) seperti, Panti Asuhan Raphael, Yapeka, dan Panti Asuhan Kasih Karunia.

Acara ini sendiri diisi dengan penampilan live music dari anak-anak jalanan binaan YPFP. Seluruh acara diisi oleh anak-anak binaan, mulai dari penari tamborin, choir, pemimpin pujian, dan drama.

Renungan Natal disampaikan dengan sangat menarik oleh Bapak Pendeta Samuel Sinuraya. Menggunakan boneka dan alat peraga Pdt. Samuel berhasil membuat anak-anak tertawa. Dalam renungan tersebut Pdt. Samuel mengajak anak-anak untuk menjadi contoh yang baik karena dengan begitu anak-anak bisa membawa suasana yang indah dikeluarga.

Sarintan Lubis, seorang anak binaan YPFP, yang tergabung dalam tim choir tampak sangat bergembira mengiktuti acara ini. Paling tidak dia bisa bernyanyi, tertawa bersama teman-temannya sesama anggota choir, dan melupakan kesibukannya sehari-hari di Tempat Pembuangan Akhir sebgai pemulung. Berikut kesaksian Sarintan yang dimuat di harian Kompas tanggal 28 Desember 2007.

Rasa bersyukur itu salah satunya karena mereka mendapat beasiswa dari Yayasan Pelayanan Fajar Pengharapan. "Saya dapat Rp. 75.000 perbulan. Harusnya orangtua yang membiayai kami. Kami merasa sangat beruntung karena sudah mendapat bantuan, " kata Sarintan. Sejak SMP, setiap pulang dari sekolah, Sarintan membantu orangtuanya mencari butut atau rongsok, seperti plastik, atom, goni, kaleng, botol, aluminium, hingga besi di tempat pembuangan akhir. Jika tidak mencari butut, Sarintan dan teman-temannya membantu orangtua mereka mencuci butut yang ditemukan di rumah.

Di akhir acara anak-anak mendapat paket natal. Paket pertama masing-masing anak mendapat tas sekolah, mainan, dan pakaian dari Samaritan's Purse. Setelah pembagian paket ini selesai dilanjutkan dengan pembagian sembako dari YPFP.

YPFP sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas berkat yang melimpah yang Tuhan sediakan sehingga acara ini dapat terselenggara. Ini bukan karena kuat dan gagah YPFP tapi karena Roh Tuhan yang memampukan.

Tidak lupa YPFP berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya acara ini:

1. Kindernothilfe

2. Samaritan's Purse

3. Viva Network

4. Jaringan Peduli Anak bangsa

5. Dan semua donatur dan perusahaan yang sangat banyak membantu acara ini.

Tuhan Yesus memberkati.